[Catatan Reporter Cilik] Anak-Anak yang Suka Berbohong Akan Diculik Raja Api Boloho

Hallo teman-teman! 

Liputan Reporter Cilik Semesta Kumbo di pertunjukan sesi ke dua rangkaian Gulali Festival tidak kalah seru dan menarik dari sesi pertama, lho. 

Setelah pertunjukan Anak Bawang dari Didik & Dian, Kak Ariyo MC yang memandu acara pertunjukan mempersilahkan grup ‘Sasikirana Koreo Lab & Dance Camp’ dari Bandung.

Panggung dibuka dengan munculnya narator menari  bertingkah lucu membawa kotak seperti TV dan menjelaskan kalau ada anak anak yang diculik oleh Raja Api dan adeganpun dimulai. 

Di panggung, ada anak anak yang berkumpul ketakutan di satu ruangan dengan cahaya agak gelap, sedang dimarahi dan diperintah untuk bekerja oleh seorang raja yang membawa tongkat. 

Raja itu mereka sebut  sebagai Raja Api Boloho karena dari kostumnya yang bersinar sinar seperti api dan memakai topeng besar yang menyeramkan.

Anak-anak bekerja sambil berdialog dengan gelisah kalo mereka ingin pulang ke rumah, tapi tidak tahu caranya kabur keluar dari tempat itu. 

Masing masing mengajukan ide seperti membuat ramuan mematikan untuk raja agar bisa keluar dari tempat yang menyebalkan itu, tapi mereka takut kalo sampai ketahuan oleh raja, karena Raja Api Boloho punya mata-mata yang banyak dan akan menghukum mereka. 

Tiba tiba datang pemain memakai peci yang mereka sebut sebagai Mat Peci, bernyanyi dengan lucu, sambil menari berputar mengelilingi panggung diikuti anak-anak  yang lain. 

Mat Peci  ingin memberi bantuan dengan syarat mereka harus jujur apa yang telah diperbuat sehingga  diculik oleh Raja Api Boloho, lalu mereka mengaku kalo mereka suka berbohong, ada yang mengaku telah mencuri uang bapaknya untuk top-up game online. 

Ada yang berbohong bolos sekolah online alesannya sinyalnya jelek. Ada yang ngompol di kasur rumah neneknya, tapi bilangnya kucing yang kencing. 

Anak yang lain bilangnya ingin belajar kelompok, tapi malah main.  Ada yang mengaku bohong, kalo mereka pernah makan lima gulali di pasar malam, tapi cuma bayar tiga gulali. 

Raja Api Boloho mendengar pengakuan mereka. Setelah pengakuan itu, nasib mereka baru ditentukan. Apakah lanjut di situ atau bisa pulang. Kira-kira bagaimana ya nasibnya?

Seru ceritanya! 

Yang membuat aku terhibur selain ceritanya adalah gerakan tari yang diiringi musik sangat kompak dengan lagu-lagu yang mereka bawakan, lampu-lampu dari multimedia dan animasi yang tiba tiba muncul juga sangat mendukung suasana ceritanya. 

Dalam sesi tanya jawab aku bertanya, bagaimana ide dari properti, kostum dan lampu lampu animasi di panggung? 

Menurut Ibu Ratna Ayu Budiarti sebagai penulis naskah dan pimpinan grup Sasikirana, kalau keseluruhan acara dibuat dan dipikirkan bersama dengan sutradaranya, Wawan Sofwan dan Manager panggung, Deden Bulqini dan tentu saja dengan latihan yang disiplin.

Penonton yang hadir di virtual pun banyak yang bertanya dan memuji lagu-lagu dan koreografinya yang bagus banget. 

Acara semakin meriah, ketika penonton diajak  bernyanyi dan menirukan gerakan tari seperti cerita tersebut. 

Nah, jangan lupa nih teman-teman, masih banyak cerita cerita seru dan menghibur dari rangkaian Gulali Festival, teman-teman bisa kunjungi media social @gulalifestival dan blognya: www.gulalifestival.com

 

Sumber foto: Liputan Trias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *