[Catatan Reporter Cilik] Barang Bekas Yang Menakjubkan!

Farah – 11 Tahun – Bekasi

Hari Minggu tanggal 3 Oktober kemarin adalah hari terakhir Gulali Festival. Huu sedih. Tapi sedihnya diganti kepuasan saat menonton! Seru banget! Diawali dengan penampilan spektakuler dari Kahanane Project dan Waktunya Main.

Waktunya Main menampilkan cerita “Aku Melihat Paus Di Langit”. Bercerita tentang “Aku” yang perlu tinggal sendirian saat orangtuanya pergi sementara dan tiba-tiba melihat paus di langit. Wii, imajinatif banget. Sedangkan Kahanane Project menampilkan cerita “Rumah Rakit Kahanane” yang menampilkan cerita tentang dua orang yang bekerja di Rumah Rakit Kahanane yang membutuhkan asisten baru. Mereka membutuhkannya agar bisa bekerja lebih maksimal untuk membantu barang-barang yang kesakitan. Wah, unik banget!

Kenapa ya, namanya Rumah Rakit Kahanane? Apakah karena barangnya bakal dirakit-rakit? Ternyata karena Rumah Rakit Kahanane mirip dengan rumah sakit, teman-teman. Membetulkan barang yang rusak, memberi saran kepada barang, dan lain lain. Mirip, kan, dengan rumah sakit biasa yang fungsinya mengobati manusia? Tapi, bedanya di Rumah Rakit Kahanane yang jadi pasien adalah barang-barang dari barang bekas.

Ada yang namanya Tuan Kaki Tangan, dia dibuat dari sarung tangan dan sepatu. Jadi, jelas kan kenapa namanya itu hihihi. Ada Paman Roda Bulu yang suka bersih-bersih, dia dibuat dari sikat dan wiper. Lalu, ada Anabul, dia mirip Anjing dan Kuda. Dibuat dari botol obat bekas dan stik es krim. Lucu banget. Ada juga Ibu Selalu Tahu. Dinamakan seperti itu karena ia memiliki banyak buku, jadi seperti perpustakaan gitu deh. Apalagi ya? Oh! Ada yang namanya Kembang Gula. Di dalam perutnya ada banyak kembang gula yang bisa dimakan. Wah, pasti Kembang Gula selalu dikerumuni anak-anak yang mau makan kembang gulanya tuh hihi.

Gimana menurut kalian? Kreatif-kreatif banget kan? Wajar banget kalo ini kreatif karena, Kahanane Project itu diinisiasi oleh sekelompok orang tua muda yang sehari-hari kegiatannya lekat dengan sesuatu yang kreatif. Situasi pandemi ini membuat mereka sepakat untuk bersama-sama menciptakan kebahagiaan baru. Nah, aku kasih tahu orang dibalik Rumah Rakit Kahanane ya.

Ada Kak Ricky Setiawan yang menjadi aktor dan pemain bonekanya. Kata Kak Ricky dari kecil ia suka sekali bermain dengan barang bekas. “Ini ceritanya agak melow dikit ya hehe. Dulu keluarga saya tidak memiliki kelebihan membeli mainan di toko. Jadi yang pertama kali mengajari saya membuat mainan dari barang bekas itu paman saya. Ia mengajari cara membuat mobil mainan dari kardus bekas pasta gigi. Akhirnya sampai saya umur segini, kebiasaannya masih berlanjut juga dengan anak-anak” ujarnya saat sesi tanya jawab. Wah berarti sudah lama banget Kak Ricky bermain dan membuat mainan dari barang bekas. 

Lalu ada istrinya, Kak Titi Dian yang menjadi aktor dan pemain boneka juga nih. Ssstt Kak Titi sering ketawa dan bikin gagal salah satu scene di Rumah Rakit Kahanane ini lho hihi. Yang harusnya scene sedih Kak Titi malah ketawa. Karena di Yogyakarta masih PPKM level 4, maka terpaksa untuk syuting di rumah. Kadang ada motor lewat, ada tukang bakso lewat, atau kadang dipanggil sama anak-anak. Hihihi, justru itu yang bikin syutingnya terasa seru ya teman-teman. Ada satu lagi aktor dan pemain bonekanya yaitu Kak Monica Manda. Juga ada Kak Wida yang masih belum bisa ke Yogya nih, karena tinggalnya di Bali.

Di project ini Kak Wida bertugas menjadi penghayal cerita dan penyusun teks. Penata musiknya ada Kak Eli Christian. Lalu yang menjadi videografer ada Afrian Yustrianto dan Kak Helios Sastro Aryo. Wiii, banyak ya krunya! Pantas saja hasilnya keren banget!

 Photo by Farah – Source Zoom Meeting Gulali Festival

Pokoknya selama nonton aku senyum terus tanda aku seneng. Gak nyesel untuk menonton ini. Nah teman-teman bisa juga ya ikutin kakak-kakak dari Kahanane Project membuat mainan dari barang bekas. Selain kita bisa menjaga lingkungan dari sampah juga bisa menghemat uang juga loh. Menghemat uang untuk tidak beli mainan baru. Gimana? Dicoba juga dengan keluargamu ya! Pasti lebih seru. Eh, tunggu dulu! Jangan langsung lari bikin mainannya. Bentar aja, satu kalimat lagi hihi.

Sampai ketemu dilain waktu teman-teman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *