[Catatan Reporter Cilik] Berlian dari Jawa

Halo, Teman-teman! Apakah kalian tadi ikut menyaksikan penampilan dari Kak Didik dan Kak Dian? Eca dan teman-teman dari reporter cilik sangat beruntung dapat meliputi salah satu karya mereka berdua. Kak Didik dan Kak Dian memang sangat jago dalam dunia seni peran serta mendongeng. 

“Anak Bawang!” 

Ya! Itulah judul karya Kak Didik dan Kak Dian yang ditampilkan dalam lakon cerita di acara Gulali festival 2021. Dengan bahan-bahan, bawang merah, bawang putih dan bawang Bombay, mereka membangun sebuah cerita yang sangat menarik.

Di cerita tersebut kak Didik memerankan bawang Bombay dan bawang merah, sedangkan Kak Dian berperan sebagai bawang putih. Ide mereka benar-benar brillian! Bagaimana tidak, bawang Bombay, bawang merah dan bawang putih bisa terlihat hidup di tangan mereka. Tidak kalah lo sama karya film-film animasi dunia!

Dalam proses pembuatannya, menurut cerita mereka, keduanya membutuhkan waktu dua bulan. Semuanya dikerjakan berdua. Mulai dari ide, penokohan, menyusun naskah sampai setting tempat.

Untuk setting panggung, mereka mempunyai ide pawon (dapur dalam bahasa Jawa) yang  bernuansa Jawa/Jogja. Mengapa mereka memilih pawon sebagai setting/baground dalam cerita “Anak Bawang”? Karena darisinilah mereka para bawang berasal dan melalui proses untuk menjadi makanan.

Gaya/nuansa Jawa memang dibangun dari sangat lekat dalam cerita itu. Peralatan dapur yang khas, seperti kwali, dan barang-barang gerabah tampak di sana. Terkesan pawon desa banget!

Siapa yang tak tahu bawang-bawangan ini? Pasti semuanya sudah tahu. Tapi siapa yang tahu kalau ternyata mereka punya bahasa sendiri untuk berkomunikasi  saat mereka berdampingan di dapur kita. Nah itulah kehebatan Kak Didik dan Kak Dian. Seperti layaknya Dalang yang memerankan tokoh pewayangannya, suara-suara yang terdengar saat pementasan “Anak Bawang” terdengar jelas dan sangat lucu. Menurut penuturan mereka, itu adalah bahasa bawang, yang hanya dimengerti oleh para Bawang.

Selanjutnya mereka juga menuturkan, mengapa tokoh-tokoh dalam cerita itu hanya 3 saja. Karena kalau banyak, maka proses pembuatannya juga semakin panjang dan lama.

Nah, bagaimana dengan kalian? Dari karya Kak Didik dan Kak Dian ini apakah tercetus ide atau keinginan untuk seperti mereka?

Tetaplah berkarya jangan mudah putus asa, karena semakin banyak ide-ide yang kalian buat bisa jadi menjadi mata pencaharian di masa depan. 

Eca Prasetyo melaporkan dari Gulali Festival 2021!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *