[Catatan Reporter Cilik] Dua Karya Seni Hebat dari Dua Negara, Ada di Gulali Festival

Medina, 8thn, Kalimantan Tengah

Tiba di hari kedua Gulali Festival, hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2021. Pertunjukan dibagi dalam tiga sesi, sesi pertama pada pukul 13:00–15:00 WIB ditampilkan melalui zoom. Total dihari kedua ini ada 5 pementasan untuk anak-anak, salah satunya ada Usaginingen dan Teater Boneka Ayodi di sesi pertama.

Sesi pertama acara dipandu dan ditemani oleh dua orang MC keren yaitu Kak Beni dan Kak Ria atau biasa dipanggil Kak Mameyo, yang juga merupakan orang yang membuat Gulali Festival ini. 

Penontonnya diawal acara ada 121 participant zoom, diantaranya terdapat 40 komunitas anak dan taman baca yang tersebar di seluruh Indonesia yang nobar (nonton bareng) juga lho teman-teman! Ketika ditengah-tengah acaranya, penontonnya bahkan mencapai 134 partisipan zoom, di mana satu partisipan kebanyakan diikuti lebih dari satu orang. 

MC juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah membeli tiket dan berdonasi, karena secara langsung sudah memberikan kesempatan kepada banyak komunitas di Indonesia untuk bisa menonton gratis acara Gulali Festival ini.

Pertunjukan yang pertama dari tanah air, ada Teater Boneka Ayodi yang berjudul “Klak Klik”. Teater Boneka Ayodi merupakan salah satu komunitas dongeng Indonesia yang akan mempertunjukan cerita yang menggunakan benda-benda yang kita gunakan sehari-hari dalam pertunjukannya. 

A picture containing text, person, indoor, electronics

Description automatically generated
Sumber: Dokumen Pribadi

Pertujukan ini ditampilkan oleh 5 orang, ada Kak Catur, Kak Rika, Kak Desri, Kak Budi dan Kak Hendra sebagai aktor utama. Klak Klik menceritakan tentang seorang tukang reparasi yang terkena pandemi jadi tidak memiliki pekerjaan, tapi ketika dia istirahat lalu bangun tetap merasakan segar bugar. Nah, kenapa ya kira-kira?

Dan, pertunjukan kedua ditampilkan oleh Usaginingen, walau sempat berganti judul dari Mounching Tonbi menjadi Pendulum, tapi pertunjukan kedua tetap berjalan lancar. MC Ria juga sempat menceritakan awal mula menemukan Usaginingen sebagai pertunjukan dari seorang teman, yaitu Nanang dan Yuri Magica Mamejika. Usaginingen dimainkan oleh 2 orang, Shinichi Hirai dan Emi Hirai. Mereka berdua adalah suami istri yang yang berasal dari pulau Toshima sebuah pulau kecil Negeri Sakura Jepang. 

A screenshot of two people

Description automatically generated with low confidence
Sumber: Dokumentasi Pribadi

“Yang paling menarik dari pertunjukan ini ada music, ada visualnya, dan semuanya hanya dilakukan oleh dua orang dan live langsung tanpa direkam, dan alat-alatnya dibuat sendiri semua, dan bisa masuk koper”, ujar MC Ria. Tentu saja ini sangat membuat para penonton penasaran. 

Dan, ternyata benar, pertunjukan dan alat-alat yang mereka tampilkan sangatlah menakjubkan. Bahkan diakhir pertunjukan, teman-teman diajak berkeliling di studio mereka secara virtual melihat detail alat yang mereka buat dan digunakan saat pertunjukan, serta dijelaskan pula bagaimana memainkannya. 

Luar biasa, selain dibuat takjub penonton juga dibuat penasaran. Akhirnya dua pertunjukan tersebut ditutup dengan serbuan pertanyaan dari para penonton. Sesi tanya jawab dipandu baik dan seru oleh MC. Pertanyaannya yang diajukan teman-teman juga unik dan detail.

Ternyata walau acara dibuat dalam bentuk online, tapi acaranya tetap seru banget dan tidak membosankan untuk anak-anak. Apalagi dipandu oleh MCnya yang juga seru dan lucu. Semoga acara-acara seperti ini lebih sering diadakan lagi, karena sangat bermanfaat untuk anak-anak ditengah pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *