[Catatan Reporter Cilik] Hiburan untuk Anak-Anak Indonesia di Tengah Pandemi

Medina, 8th, Kalteng

Sebuah Festival seni pertunjukan untuk anak-anak baru saja diadakan ditengah-tengah pandemi korona yang menimpa negara kita. Namanya Gulali Festival yang dilaksanakan dari tanggal 1-3 Oktober 2021. Teman-teman yang sudah membeli tiket pertunjukannya bisa menonton melalui aplikasi zoom bersama-sama dengan seluruh pengisi acaranya. 

Sumber: Dokumen Pribadi

Penonton Gulali Festivalnya banyak sekali. Di sesi kedua hari pertama ada sekitar 120 peserta zoom! Ada penonton yang nobar (nonton bareng) juga, lho. Penontonnya juga ramai sekali dari berbagai tempat. Pengisi acaranya juga keren dan lucu-lucu. Sangat menghibur untuk teman-teman dan keluarga di rumah yang sudah mulai bosan karena tidak bisa kemana-mana karena pandemi.

Acara ini tersebarluaskan dibantu oleh CitraNet, CitraWeb, CitraHost dan juga didukung oleh Sekolah Murid Merdeka (SMM), Sekolah.mu, Asia Center, Smesta Loving Earth, /KOTASIS/, Semesta Kumbo, dan KIBA ITB. Ada juga media partner antara lain Kompas, POPMAMA.COM, FIMELA, UNISI, Parenting is Easy, ROOTS, dan PuSTAKALANA.

Di hari pertama ada 3 sesi, semuanya total ada 5 pertunjukan. Pada sesi kedua, acara dipandu dengan ceria oleh Kak Yoga dan Kak Ria atau yang biasa dipanggil Mameyo. Acara dimulai sekitar pukul 15.45 WIB. Pertunjukan pertama ada penampilan dari Aniwayang Studio (Kak Daud Nugraha, dkk) dan di pertunjukan kedua, teman-teman diajak melihat dan mendengarkan lagu-lagu menarik dari TheSasonosFam. 

Sumber: Instagram Gulali Festival

Aniwayang Studio menampilkan film animasi wayang yang berjudul Desa Timun: Timun. Pertunjukan ini menceritakan tentang 3 ekor anak kancil yang hidup di Desa Timun. Ada 4 tokoh di dalam filmnya, yaitu Cila, Cilo, Cili dan seekor ayam yang sangat pemarah. Ceritanya berkisah tentang Cili yang sangat menyukai timun, dan dia memaksa Cilo untuk memakan timun juga. Nah, Cila memiliki ide agar si Cilo mau makan timun, dengan melemparkan timur kearah ayam. Lalu ayam marah dan menggunakan gerakan bela diri, memotong timun hingga berbentuk bola-bola. Eh, ternyata cara itu berhasil, Cilo jadi mau makan timun deh. 

Pengisi acara yang kedua yaitu TheSasonosFam. TheSasonosFam memulai pertunjukannya dengan memperkenalkan diri menggunakan cara yang unik serta tidak membosankan. Dru, Widuri dan Den-Den ngobrol sambil menyanyikan lagu-lagu mereka. Seru sekali, lagunya bagus-bagus semuanya. Tiga lagu mereka kemas dalam film musical pendek tentang diri mereka masing-masing yang tidak membosankan sama sekali. Ada lagu Namaku Dru, Jajan dan yang terakhir Pikinik ke Pantai Musik.

Sumber: Dokumen Pribadi

Acara ditutup dengan tanya jawab antara penonton dan pengisi acara. Banyak banget yang mau bertanya, tapi beberapa saja yang dipilih karena waktunya tidak cukup. Penontonnya lebih banyak anak-anak, jadi tanya jawabnya lebih seru dan tidak membosankan untuk anak-anak yang nonton. Acaranya udah selesai, tapi tidak terasa kalau sudah 2 jam lamanya lho.

Acaranya masih ada dua hari kok, buat temen-temen yang belum beli tiket untuk pertunjukan besok buruan beli ya. Acaranya dijamin mantappp. Kita doakan semoga acaranya ada lagi di tahun depan, karena festival seru ini sayang kalau tidak bisa dinikmati lagi oleh sahabat-sahabat kecil lainnya yang belum bisa melihat festival tahun ini. Soalnya seru banget sebagai hiburan yang  mendidik di tengah pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *