[Catatan Reporter Cilik] Imajinasi Tanpa Batas dalam KacaCaka: The Mirror

Anindya M.A, 10 tahun, Bekasi

“KacaCaka : The Mirror” menceritakan tentang Caka, seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun yang mempunyai segudang imajinasi. Caka mempunyai hobi yang sangat unik, yaitu berkaca. Setiap melihat kaca, anak berambut keriting ini selalu berhenti dan mengamati bayangannya sendiri. Tidak jarang pula Caka tertawa kegirangan melihat bayangannya saat sedang bergaya, mulai bergaya menjadi super hero, hantu dan seterusnya. Caka membayangkan ada kehidupan lain di balik cermin. 

Sumber: Tangkapan Layar Anindya

Pada suatu hari, ayah Caka mengajaknya pergi ke suatu tempat. Dalam perjalanan, Caka melewati sebuah rumah dengan cermin besar yang terpasang di salah satu dindingnya. Tentu saja Caka senang sekali melihat cermin itu. Semenjak hari itu, setiap melewati rumah tersebut, Caka selalu berhenti sejenak di depan cermin dan mulai bergoyang-goyang lucu atau sekedar memainkan mimik muka jenaka. Bahkan kadang-kadang, Caka memakai kostum yang unik, seperti robot, hiu, burung, dst hanya untuk bergaya di depan cermin.

Sumber: Tangkapan Layar Anindya

Namun tanpa disadari Caka, sebenarnya ada rahasia unik pada cermin itu. Ya, cermin itu memang bukan cermin biasa. Hingga pada suatu waktu, ada sebuah kejadian yang membuat Caka mengetahui rahasia ini dan bertanya-tanya apakah benar ada kehidupan lain di balik cermin….

Sumber: Tangkapan Layar Anindya

Cerita berjudul “KacaCaka : The Mirror” ini merupakan pertunjukan penutup pada Gulali Festival yang diadakan pada 1-3 Oktober 2021 yang lalu. Cerita luar biasa ini merupakan hasil karya Papermoon Puppet Theatre yang didirikan oleh kak Ria pada tahun 2006. Berawal dari hobi membuat dan memainkan puppet, serta terinspirasi dari cerita keseharian si buah hati, kak Ria telah memberikan pertunjukkan yang indah. Meskipun baru pertama kali menggunakan teknik panggung putar,  “KacaCaka : The Mirror” disajikan dengan lancar dan halus.

Sumber: Tangkapan Layar Anindya

Kedetilan puppet dan pernak-pernik pendukungnya seperti rumah, meja dan kursi, bahkan peralatan makan yang dipakai membuat penonton terkagum-kagum. Meskipun tidak banyak dialog yang digunakan, gerak-gerik dan perubahan ekspresi muka puppet serta latar belakang musik mampu membuat ratusan penonton tak bisa berpaling saat menyaksikannya.

Sumber: Tangkapan Layar Anindya

Pada akhir pertunjukan, penonton juga diberi kesempatan untuk virtual tour ke studio pembuatan cerita. Penonton juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para tim yang sudah sering tampil di ajang tingkat nasional maupun internasional ini.

Bagi teman-teman yang belum sempat menonton pertunjukan dari teater yang berpusat di Yogyakarta ini tidak perlu khawatir. Teman-teman dapat membuka website dan instagram Papermoon Puppet Theatre untuk mengetahui jadwal pertunjukan mereka selanjutnya. 

Senang sekali ada Gulali Festival tahun ini, semoga ada lagi. Sampai jumpa di Gulali Festival tahun-tahun berikutnya ya! Selamat untuk semua kakak penyelenggara yang membuat acara seru ini1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *