[Catatan Reporter Cilik] Inspirasi Ragam Seni di Gulali Festival

Dilla Shamita, 9 tahun, Bali

Ada berbagai ragam seni yang dihadirkan oleh Gulali Festival. Gulai festival diadakan selama 3 hari dari tanggal 1 – 3 Oktober 2021. Di hari kedua pada sesi pertama, Gulali Festival mempersembahkan seni teater boneka dan seni audio visual. Dua ragam seni yang jarang ditonton anak–anak dan akan menjadi pengalaman baru serta inspirasi seni bagi anak – anak. Kak Ria dan Kak Beni memandu acara dengan semangat dan gembira, seperti halnya anak-anak yang ceria makan Gulali. 

Seni teater boneka sebagai ragam seni yang pertama di sesi ini. Seniman yang tampil adalah Teater Boneka AyoDI terdiri dari lima orang pendongeng. Teater Boneka AyoDI mempersembahkan pertunjukan teater yang berjudul Klak Klik. Teater ini menggunakan objek-objek yang ada di rumah seperti setrika, vacuum cleaner, lampu, hair dryer dan lain-lainnya. Inilah keunikan dari karya Teater Boneka AyoDI, karena objek tersebut yang menjadi tokoh dalam karya ini. Gambar berikut adalah beberapa pendongeng dengan objek yang digunakan dalam karya.

Sumber : Tangkapan layar reporter cilik Dilla Shamita

Ragam seni yang kedua adalah seni pertunjukan audio visual dari Usaginingen yang beranggotakan dua orang yaitu Shinichi Hirai dan Emi Hirai. Usaginingen tampil secara live dari Roba House yang berada di Tokyo, Jepang. Judul karya ini adalah Pendulum. Yang unik dari karya Usaginingen adalah karya ditampilkan dengan instrumen yang dibuat sendiri oleh Shinichi Hirai. Instrumen tersebut diberi nama TA-CO dan SHIBAKI seperti pada gambar berikut.

Sumber :  https://usaginingen.com/en/performance-en/ 

Emi Hirai memainkan instrumen TA-CO yang menampilkan visualisasi gambar. Sedangkan Shinichi Hirai memainkan musiknya instrumen SHIBAKI. Shinichi sangat kreatif karena menurutnya instrumen miliknya tidak pernah selesai, akan selalu diperbarui sesuai ide karyanya. Berikut adalah tangkapan layar saat Shinichi dan Emi menyapa penonton Gulali Festival.

Sumber : Tangkapan layar reporter cilik Dilla Shamita

Teater Boneka AyoDI dan Usaginingen telah memberikan inspirasi kepada anak-anak Indonesia khususnya yang menonton acara ini. Diharapkan anak-anak indonesia dapat mengenal berbagai ragam seni yang ada. Pertunjukan Gulali Festival ini dapat menyemangati anak Indonesia. Walau di masa pandemi agar bisa berkreasi, bersenang-senang bersama walau dalam keterbatasan. Seperti membuat karya dari barang-barang yang ada dirumah, sehingga tidak mengeluarkan banyak uang atau biaya. Ayo anak Indonesia kita petik inspirasi berbagai ragam seni di Gulali Festival.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *