[Catatan Reporter Cilik] Menonton Gulali Festival yang Manis

Jingga, 12 tahun, Solo – Jawa Tengah

Hari pertama Gulali Festival, hari Jumat tanggal 1 Oktober 2021 telah berjalan dengan baik. Saya senang sekali mendapat kesempatan untuk meliput di sesi 2 jam 15:30 – 17:30 WIB. Yang tampil saat itu adalah Aniwayang Studio dan The Sasonos Fam. 

Meskipun pertunjukan virtual namun antusias penonton sangat luar biasa. Terlihat dari banyaknya penonton kurang lebih 100 anak – anak beserta keluarga dari seluruh Indonesia ikut bergabung di zoom. Ketika sesi tanya jawab langsung maupun di kolom chat penuh dengan pertanyaan dan interaksi langsung dari penonton. Ada beberapa anak yang tidak sabar menunggu pertanyaan mereka dijawab oleh para pengisi acara.

Penampil pertama adalah Aniwayang Studio dengan karyanya Desa Timun: Timun. Karya ini dibuat oleh kak Daud Nugraha (@ daudnugraha.rt). Dia menghidupkan pertunjukkan wayang kulit tradisional melalui animasi seperti film kartun dan menyebutnya sebagai aniwayang. Gagasan itu membawa inovasi baru dalam pertunjukkan wayang tradisional. 

Film Timun ini menceritakan tentang tokoh Cila Cili Cilo yang menyukai timun seperti kancil di lagu Si Kancil Anak Nakal (ciptaan ibu Sud) film ini terinspirasi oleh lagu tersebut. Pengisi suara dari tiga anak bersuara ceria dan imut Cila dan Cilo yaitu Tisa Julianti, kak Tisa adalah Professional Dubber & Voice Over (IG tisajulianti). Pengisi suara Cili yaitu Aisyah Syairaazahra (Aira Hariyadi). Aira adalah Dubber & Voice Over Cilik berusia 6 tahun (IG aira.hariyadi).

Cerita film ini berawal dari Cilo yang tidak suka timun lalu Cila dan Cili mempunyai ide agar Cilo mau makan Timun hingga akhirnya Cilo pun mau dan menyukai Timun. Saat sesi tanya jawab saya menanyakan tentang : “Apa kendala terberat saat pembuatan film Timun?” kak Daud Nugraha pun kemudian menceritakan tentang beratnya perjuangan timnya karena terkendala jarak. Saat ini kak Daud Nugraha Tinggal di Shanghai China sedangkan timnya ada di Yogyakarta dan Bandung. Dari situ kita mendapat pelajaran bahwa jika kita gigih berjuang maka pasti akan membuahkan hal yang manis.

Penampil kedua adalah The Sasono’s Fam yang berjudul Piknik Kepantai Musik. Karya ini dibuat oleh The Sasonos Family (@ thesasonosfam). Pasti kalian tidak asing mendengar namanya. Mereka adalah salah satu keluarga selebriti di Indonesia. Ayahnya Dwi Sasono yang seorang Aktor dan ibunya adalah Widi Mulia yang juga berprofesi sebagai penyanyi dan aktris. Ketiga anaknya pun mulai masuk ke dunia hiburan. Karya berjudul Piknik ke Pantai Musik ini menceritakan pejalanan mereka bermusik. Berawal dari ketiga anak mereka yang bernama Dru, Widuri dan Den ketika masih pemula belajar musik hingga akhirnya bisa menciptakan lagu yang sangat indah. Dalam penampilan tersebut penonton jadi merasa terbawa dalam suasana kekeluargaan dari The Sasonos Family. Menurut saya karya piknik kepantai musik ini sangat cocok ditonton bersama keluarga. 

Gulali festival kali ini sangat seru dan menyenangkan, pengisi acaranya sangat beragam dan menginsipirasi kita untuk terus berkarya. Semua membawa kesan manis dan indah. Tidak sabar rasanya menunggu Gulali Festival lagi. Jangan lupa besok masih ada pertunjukan yang bisa disaksikan.

Tanggal 2 oktober 2021

13:00 – 15:00 WIB Usaginingen 

Teater Boneka Ayodi 

15:30 – 17:30 WIB Ulang Alik

Institute Tingang Borneo Theater 

19:00 – 20:00 WIB Fourcoulours Film

Untuk tanggal 3 Oktober 2021

13;00 – 15:00 WIB Kahanane Project 

Waktunya Main 

15:30 – 17:30 WIB Lakoat.Kujawas 

Sekat studio 

Yuk, nonton bareng! Dijamin pasti seru. Ajak teman saudara dan keluarga kalian untuk ikut menyaksikannya.

Untuk tiketnya kalian bisa langsung  pesan di https://pestaboneka.com/gulali-festival/ harganya menggunakan sistem donasi mulai dari Rp 30.000,- , Rp 50.000 ,- dan Rp 100.000,- untuk tiap sesi. Tetap semangat dan terus berkarya…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *