[Catatan Reporter Cilik] Mereka yang Dibaliknya

Galuh Aisha, 12 tahun, Bogor

Hai hai pembaca! Apa kabar? Semoga hari ini pembaca baik-baik saja ya! Apakah salah satu dari pembaca memiliki saudara kembar? apakah menyenangkan? Atau menyebalkan? Pastinya itulah yang membuat kalian jadi semakin akur dan semakin dekat. Lalu, apa yang kalian lakukan jika saudaramu terluka atau sakit, tentunya akan membuahkan sebuah kerinduan bukan?

Sekala Niskala atau yang berarti, yang tampak dan tak tampak, merupakan sebuah karya dari Fourcolours Film. Ini karya yang juga ditampilkan dalam GULALI Festival sebagai pertunjukan terakhir di hari kedua.

Sedikit cerita nih, Fourcolours Film merupakan sebuah rumah produksi atau biasa disebut sebagai industri kreatif yang berasal dari Yogyakarta. Fourcolours Film biasa membuat film pendek ataupun film yang berdurasi panjang. Akan tetapi yang satu ini, berbeda lho, pembaca! Sekala Niskala ini dibagi menjadi dua tipe, ada yang berbentuk panggung teater dan ada pula yang berbentuk film. Apa sih bedanya? Jika pembaca ingin tahu lebih lanjut, mari kita langsung menyelam ke dasar lautan informasi!

Sekala Niskala ini kan terbagi menjadi dua, seperti yang sudah disebutkan. Yang membedakannya adalah dari tahun perilisan dan segi acara. Sekala Niskala yang berbentuk panggung teater ini ditampilkan langsung pada tahun 2017, sedangkan Sekala Niskala yang berbentuk film dirilis pada tahun 2018. Ternyata, Sekala Niskala versi panggung teater ini lebih membutuhkan waktu untuk latihan, dibandingkan dengan versi filmnya yaitu membutuhkan 6 jam perharinya selama 2 tahun. Wah, lama sekali ya!

Kak Kamila Andini, merupakan seorang sutradara sekaligus penulis dari Sekala Niskala loh pembaca! Dari empat karyanya, Sekala Niskala ini adalah salah satu yang terbaik. Bahkan Sekala Niskala ini juga memenangkan banyak penghargaan. Kak Kamila Andini menyebutkan, bahwa Sekala Niskala atau yang berarti yang tampak dan tak tampak ini termasuk salah satu kepercayaan orang Bali. Dari kata ‘tampak’ memiliki makna yaitu suatu hal bisa kita lihat langsung menggunakan mata kita, contohnya seperti tangan, mata, dan kaki. Sedangkan ‘yang tak tampak’ memiliki arti yaitu suatu hal yang tidak bisa kita lihat secara langsung, contohnya seperti otak, pembuluh darah, dan tulang.

Dalam Sekala Niskala ini menceritakan sepasang anak kembar yang bernama Tantra dan Tantri yang lahir pada saat bulan purnama, oleh karena itu Tantra dan Tantri senang bermain bahkan menari pada saat malam hari. Tapi apakah kalian tidak penasaran, siapa sih dibalik pemeran Tantra dan Tantri ini? Mari kita menyelam lagi ke dasar lautan informasi! Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena atau biasa dipanggil Gus Sena inilah yang merupakan pemeran Tantra, sedangkan Tantri diperankan oleh Ni Kadek Thaly Titi Kasih, atau biasa dipanggil Thaly Kasih.

Sumber: dokumen pribadi

Tarian juga membuat teater Sekala Niskala ini semakin menarik dan banyak peminat yang ingin menontonnya. Dibalik semua itu ada satu orang yang bisa melakukannya. Dialah kak Ayu Dani, sang koreografer dalam Sekala Niskala. Lalu yang membuatnya semakin spesial adalah pada saat pertemuannya dengan sang sutradara. Pertemuan yang tak terduga ini berawal, dari saat Kak Kamila sedang berlibur ke Bali pada tahun 2011. Kala ini kak Ayu Dani sedang menari suatu tarian, dan pada saat Kak Kamila melihat tariannya kak Ayu Dani yang membuat dirinya terpukau akannnya. Dan pada akhirnya Kak Kamila mengajak Kak Ayu Dani untuk ikut serta sebagai koreografi dalam Sekala Niskala.

Senang ya! Bisa menyaksikan pertunjukan keren ini di GULALI Festival. Teman-teman yang sempat menyaksikan pertunjukan ini, ada perasaan apa saat menontonnya kemarin? Terima kasih pembaca dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *