[Catatan Reporter Cilik] Percayakah Ada Paus di Langit?

Dilla Shamita, 9 tahun, Bali

Semua orang percaya kalau ikan paus tinggal di laut. Ikan paus adalah jenis ikan yang bernafas menggunakan paru-paru. Kita bisa melihat kawanan paus yang sedang berenang bebas di lautan. Tetapi di Gulali Festival ada ikan paus yang tinggal di langit. Bagaimana bisa ya? Nah, hanya Gulali Festival yang membuat kita dapat melihat paus di langit.

Karya “Aku Melihat Paus di Langit” adalah salah satu karya seni yang ditampilkan di Gulali Festival. Karya seni ini adalah gabungan antara teater boneka dan animasi, sehingga disebut karya Animasi Boneka. Para seniman pembuat karya tergabung dalam komunitas bernama Waktunya Main. Waktunya Main adalah sebuah wadah dan komunitas bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi, eksplorasi dan interaksi sosial melalui bermain. Komunitas ini berdiri sejak tahun 2016. 

Para seniman Waktunya Main terdiri dari tujuh orang dengan tugas yang berbeda. Elisabeth Tita sebagai pimpinan produksi dan pembuat boneka. Alvina Mantik sebagai penata artistik. Melda VNH sebagai penata gambar animasi dan editor video. Rikat Parikesit sebagai komposer musik dan penata suara. Kidung Larasati sebagai penulis naskah dan narator. Rei Tangko sebagai penata panggung dan cahaya. Serta Abdi Muda sebagai sang Videografer.

Tokoh utama dari film ini adalah Aku. Tokoh Aku dibuat dalam bentuk boneka anak-anak usia TK atau SD. Kisah ini dimulai dari tokoh Aku yang ditinggal sebentar oleh orang tuanya. Aku diberi pesan jika perlu bantuan agar memanggil bibinya. Hari itu Aku tidur sendiri di kamarnya. Ketika Aku bangun lalu Aku pun mulai melaksanakan aktivitasnya seperti sekolah online dan membuat tugas. Aku melakukan semua kegiatannya sendirian dan terlihat Aku bosan dengan rutinitasnya. Gambar berikut adalah tokoh Aku pada karya ini.

Sumber: Tangkapan layar reporter cilik Dilla Shamita

Malam itu Aku duduk dan melihat ke langit mencari sisa-sisa cahaya bintang yang tertutup awan. Lalu tiba-tiba sesuatu yang begitu besar dan terang datang dari langit. Ternyata itu adalah Ikan Paus. Ikan itu menyapa dan mengajak Aku main. Aku mengelus-elus Ikan dan Aku sangat senang karena Aku menjadi punya teman. Aku diajak berkeliling angkasa oleh ikan paus itu. Aku bertemu dengan hal-hal yang baru seperti bintang, awan dan lain-lain. Setelah puas bermain Aku diantar kembali ke kamarnya oleh ikan paus tersebut. Aku sedih karena temannya telah pergi dan Aku kembali di kamar sendirian. 

Pesan yang disampaikan oleh Waktunya Main pada akhir karya ini adalah “Jangan Takut Bermainlah Seperti Hari Ini”. Penonton animasi boneka ini sangat antusias dan takjub dengan penampilan animasi boneka ini. Kolom chat penuh dengan komentar positif. Banyak anak-anak yang menonton berebut ingin bertanya dan pertanyaannya unik sekali. Misalnya ada yang bertanya “Dimana orang tua tokoh Aku?”dan “Mengapa ada warna biru di dalam awan?”. Berikut adalah tangkapan layar saat paus akan mengajak Aku terbang ke langit.

Sumber: Tangkapan layar reporter cilik Dilla Shamita

Karya seni ini sangat menginspirasi para penonton untuk mengembangkan imajinasinya. Semoga kedepannya akan semakin banyak karya seni seperti ini lagi. Anak-anak Indonesia akan banyak memiliki tontonan yang seru, menarik dan penuh warna seperti warna gulali yang selalu ceria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *