[Catatan Reporter Cilik] Trek Trek Hantu Seru

Cherryl, Bekasi

Hari ini aku meliput Gulali Festival di sesi pertunjukannya Lakoat Kujawas dari Nusa Tenggara Timur dan Sekat Studio, seniman dengan hantu. Hantu? Hiii, serem! 

Sekat Studio membuat pertunjukan panggung yang bertema hantu.  Saat pertama kali melihat Sekat Studio di Instagram, perasaan aku takut  karena menampilkan topeng gambar hantu-hantu. Bagaimana ya pertunjukannya? Apalagi Gulali Festival ini seni pertunjukan untuk anak dan keluarga. Bagaimana cara Sekat Studio supaya anak – anak tidak takut? Aku penasaran. 

Saat aku membaca judulnya “Trek Trek dan Lapangan Bintang”, aku deg-degan karena aku pikir ini akan menakutkan seperti hantu di film.    

Tapi saat aku lihat pertunjukannya, tidak seseram yang aku bayangkan. Topengnya lucu tidak seram, lagu dan musiknya seru sampai aku ikut tepuk tangan, kostumnya keren dan yang lebih keren lagi isi cerita itu. 

Trek Trek adalah hantu yang tidak pernah lahir di dunia . Dia ingin terlihat. Suatu hari dia bertemu anak kecil yang sedih karena tidak bisa melihat bintang di langit abu–abu. Kayaknya dia tinggal di kota deh sama seperti aku.  Trek Trek mau memberi tahu kalo ada tempat indah yang banyak bintangnya. Tapi anak itu tidak bisa melihat Trek Trek. Bagaimana perjuangannya?

Trek Trek berjuang supaya bisa dilihat anak itu. Trek Trek menemui Hantu Kuat, Hantu Pintar dan Hantu Kaya. Hantu Pintar memberinya sebuah kunci. Saat Trek Trek menemui Hantu Kaya, ia diberi sebuah kotak yang dibuka dengan kunci dari Hantu Pintar. Ternyata isi kotak itu sebuah batu. Dalam perjalanan, Trek Trek  bertemu Alien.  Trek Trek memberi batunya ke Alien agar pesawatnya bisa terbang lagi. Sebagai balas budi, Alien memberi helm pada Trek Trek. Saat dia pakai helm itu, Trek Trek dapat dilihat oleh anak kecil. Trek Trek sangat senang. Trek Trek membawa anak kecil itu ke Lapangan Bintang, tempat semua bintang dapat bersinar terang dan jumlahnya banyak. Trek Trek senang sekali, begitupun anak kecil. 

Keren kan ceritanya. Kak Iskandar Muda adalah penulis dan sutradara pertunjukan ini. Lagu–lagu oleh Kak Muhammad Sabilurrosyad. Pertunjukan ini sangat artistik, jauh dari seram karena Kak Zoya Rasyidi Thoriq dan Kak Mirza Achmad sebagai senimatografer meramunya seperti itu. Kostumnya juga bagus, Kak Lisya Noor Azizah adalah penata busananya. Dibalik hantu–hantu itu ada aktor yang memainkannya, mereka adalah Sebastien le Goff, Tendy Asmara, Marsudi, Agus Firmansyah dan Kak M. Abdul Aziz sebagai pendukung teknis. 

Setelah pertunjukan kakak–kakak Sekat Studio memperlihatkan studionya, dimana para topeng itu dibuat. Wah seru. Semoga aku punya kesempatan untuk melihatnya langsung.

Gulali festival adalah pertunjukan seni untuk anak,  dinamakan Gulali karena banyak rasanya. Sama seperti perasaanku takut,penasaran,lalu senang dan bahagia. Ada banyak rasa saat aku lihat pertunjukan di Gulali Festival termasuk salah satunya saat melihat pertunjukan Sekat Studio. 

sumber pribadi.

Ingat ya teman–teman, jika kita punya banyak keinginan, saat kita berjuang sungguh–sungguh pasti bisa terwujud dan berhasil. Sama seperti Hantu Trek Trek yang berjuang supaya terlihat. Selain itu kita bisa membantu mewujudkan keinginan orang lain,ini membuat orang lain dan diri kita senang. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *