#GulaliLab, Pendampingan Pembuatan Karya Seni Pertunjukan untuk Anak

Gulali Lab adalah rangkaian kegiatan Gulali Festival. Gulali Lab sendiri diadakan untuk mendampingi individu, kelompok, dan komunitas dari berbagai disiplin yang tertarik dan ingin membuat pertunjukan untuk anak.

Di Indonesia, Gulali Festival adalah festival seni pertunjukan untuk anak yang pertama ada. Minimnya fokus pada pertunjukan untuk anak di Indonesia, mendorong Ario dari Ayo Dongeng Indonesia dan Ria dari Papermoon Puppet Theatre untuk mencoba menciptakan ekosistem seni pertunjukan untuk anak ini.

Setelah melalui seleksi oleh tim Gulali dan juga juri kecil pada 8 Agustus 2021 kemarin, terpilih 9 individu, kelompok dan komunitas untuk bergabung di Gulali Lab tahun ini. Mereka adalah

  1. Kahanane Project (K.Pro)
  2. UlangAlik
  3. Didik & Dina
  4. Sasikirana KoreoLab & Dance Camp
  5. Flying Saroong
  6. Waktunya Main
  7. Lakoat.Kujawas
  8. SEKAT Studio
  9. Institute Tingang Borneo Teater (ITBT)

Peserta yang mengikuti Gulali Lab berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Kalimantan, Makassar, Jogja, Lombok, hingga Mollo Nusa Tenggara Timur. Selain itu, latar belakang masing-masing peserta juga sangat beragam, dari aktor, penari, aktivis, dan lainnya.

Para peserta Gulali Lab akan mengikuti Kelas Intensif yang akan diadakan mulai tanggal 16 – 21 Agustus 2021. Kelas Intensif ini akan dilakukan secara daring dan mengundang beberapa fasilitator antara lain Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia, Mbak Najeela Shihab, Luanne Poh Direktur The Artground Singapore, Papermoon Puppet Theatre, dan Sue Giles Direktur Artistik Polyglot Theatre Australia. 

Kelas Intensif ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada peserta bagaimana proses penciptaan karya pertunjukan untuk anak. Fasilitator Gulali Lab juga merupakan praktisi dalam seni untuk anak.

Di awal kelas, peserta akan diminta mempresentasikan rancangan karyanya kepada tim Gulali dan peserta lainnya. Di akhir minggu, peserta akan kembali mereview karya mereka setelah mendapat insight dari para fasilitator.

Untuk menuju ke Gulali Festival, peserta Gulali Lab diwajibkan untuk mengikuti weekly meeting setiap minggu sampai tanggal 25 September. Weekly meeting ini bertujuan untuk sharing progress pembuatan karya.

Nantinya, karya pertunjukan peserta akan menjadi bagian dari Gulali Festival. Pasti penasaran kan bagaimana hasil teman-teman Gulali Lab?

Kunjungi akun media sosial kami @GulaliFestival untuk mengikuti perjalanan peserta #GulaliLab menuju Gulali Festival.

*photo dari koleksi dokumentasi Papermoon Puppet Theatre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *