Profil Peserta Terpilih GULALI Lab

Penasaran ingin mengenal lebih dekat siapa saja peserta terpilih yang masuk dalam GULALI Lab saat ini? Mari kita berkenalan satu persatu. 

Didik & Dian

Kakak beradik dari tiga bersaudara. Didik, si sulung. Seorang bapak yang berprofesi sebagai desainer grafis dan menyukai dunia anak-anak, seperti dongeng, cerita anak, dan mainan. Yang membuat dia menekuni dongeng dan menjadi relawan dongeng di komunitas Ayo Dongeng Indonesia dan Rumah Dongeng Mentari. Dian, si bungsu. Seorang mahasiswa Sastra Indonesia yang tidak “sastra”. Penyuka seni visual dan seni peran ini juga tertarik dengan dunia anak-anak. Dia tergabung sebagai relawan di komunitas Rumah Dongeng Mentari. Berbekal kemampuan mendongeng yang mereka pelajari di komunitas, mereka memulai debut pertama dalam seni pertunjukan melalui Gulali Festival ini.

Flying Saroong

Sebuah kolaborasi seni pertunjukan dan lintas medium yang berangkat dari kerja masing-masing; Rangga sebagai sutradara teater boneka Flying Balloons Puppet yang berbasis di Yogyakarta serta Abdi Karya yang bekerja sebagai sutradara, performer dan manager seni yang banyak mengelola karya-karya instalasi dan performance menggunakan sarung dan tubuh. Keduanya bersepakat untuk menjelajahi kemungkinan lain dari teater boneka melalui penjelajahan tubuh dan sarung serta tekstil sebagai materi utama objek teater boneka. 

Institute Tingang Borneo Teater (ITBT)

Institute Tingang Borneo Teater (ITBT) adalah sebuah komunitas seni pertunjukan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Didirikan pada 2013, komunitas ini terbuka untuk umum dan terbuka untuk berbagai latar belakang. 

Sejak 2016 aktif menyuarakan isu lingkungan melalui media seni pertunjukan. Selalu berkolaborasi dengan banyak pihak dan seniman dalam mewujudkan sebuah pertunjukan. Menjadi salah satu kelompok yang lolos dan berhak mementaskan gagasannya berjudul UTAN di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada tahun 2018. Dan pada 2019, ketika kebakaran hebat terjadi di Kalimantan Tengah, ITBT berkolaborasi dengan beberapa seniman lokal melakukan teatrikal berjudul ISAP ASAP langsung di salah satu lahan terbakar.

Kahanane Project

Kahanane Project merupakan sebuah kerja kolektif temporer, yang diinisiasi oleh sekelompok orang tua dari keluarga muda, yang kesehariannya lekat dengan kegiatan kreatif.

Perkembangan situasi terkini membuat lintasan kami saling beririsan, kemudian bersepakat untuk bersama-sama menciptakan kegembiraan. Kesederhanan, kelenturan dan kemudahan menjadi pijakan utama dalam proses kreatif dan upaya kami menciptakan kegembiraan.

Lakoat.Kujawas

Lakoat.Kujawas adalah komunitas warga yang mengintegrasikan perpustakaan, kelas menulis kreatif, food lab, sekolah adat dan ruang arsip seni budaya Mollo. Lahir di desa Taiftob, pegunungan Mollo, Timor Tengah Selatan tahun 2016 sebagai bagian dari semangat preservasi budaya dan revitalisasi kampung. Sejak tahun 2018 Lakoat.Kujawas aktif menerbitkan buku sejarah kampung, dongeng, puisi dan resep makanan lokal. Kini sedang menyelesaikan riset untuk proyek Surat-Surat dari Mollo, sekumpulan resep pangan lokal dan surat-surat untuk perempuan pejuang lingkungan di Mollo. Sebuah benang merah antara kekayaan biodiversitas, bahasa, gastronomi dan narasi ekologi.

Sasikirana KoreoLab & Dance Camp

Komunitas seni berbentuk kamp tari kontemporer yang didirikan pada tahun 2015 di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Program dari Sasikirana KoreoLab & Dance Camp diselenggarakan setiap tahun di NuArt Sculpture Park, sebuah galeri yang khusus menampilkan karya Nyoman Nuarta.

Komunitas yang didirikan oleh Keni Soeriaatmadja dan Ratna Yulianti ini bertujuan untuk menjadi tempat berproses penari dari berbagai wilayah di Indonesia.

SEKAT Studio

Penghuni dunia ini bukan hanya kita, tapi juga “mereka”. Berawal di tahun 2010 sebagai sebuah komunitas rumah hantu, kami terus mencari formula media komunikasi yang tepat dengan “mereka”. 

Kami mendengar dan melihat cerita-cerita tentang “mereka”, lalu mencoba menghidupkannya lewat berbagai bentuk interaksi dan imitasi di tempat-tempat yang penuh dengan aktivitas kita. Kami menciptakan SEKAT untuk kita. Kami memberi ruang untuk “mereka”. 

Di masa depan, kami berharap bisa bertemu segala hal yang membuat kita dapat terus mengambil nilai-nilai dari “mereka”. Bersama siapa pun. Lewat apa pun. Kapan pun. Di mana pun.

UlangAlik

Jelajah, rancang dan main.

Digagas pada bulan Desember 2019, UlangAlik ingin menginspirasi anak-anak. Kami ingin menggelitik rasa ingin tahu dan mendorong anak untuk bereksplorasi. Karena kami percaya, rasa ingin tahu yang kuat dibarengi keberanian untuk mewujudkan imajinasi akan membawa kita berani bermimpi lebih jauh. Dan mimpi adalah masa depan.

Dikemas dalam berbagai kegiatan literasi berbasis story telling, serta berkolaborasi dengan berbagai komunitas lintas disiplin ilmu, kami di ‘Kantor pusat penjelajah UlangAlik’ selalu senang mengajak serta memandu teman-teman untuk ‘mencari tahu’ berbagai macam hal.

Siap menjelajah bersama kami?

Waktunya Main

Berdiri sejak tahun 2016, Waktunya Main memiliki misi menjadi sebuah wadah, komunitas dan partner pilihan utama bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan rekreasi, eksplorasi dan interaksi sosial sambil menerapkan nilai kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta nilai-nilai Indonesia, melalui bermain.

Diinisiasi oleh Elisabeth Tita dan Alvina Mantik, tim Waktunya Main terus berkembang dengan bergabungnya pribadi-pribadi kreatif dan visioner lintas minat dan disiplin. Diantaranya adalah kakak-beradik Rikat Parikesit dan Kidung Larasati serta Melda VNH.

Sampai tahun ini, Waktunya Main sudah menghadirkan berbagai program anak-anak, diantaranya Program Reguler dan Program Liburan dengan pendekatan seni pertunjukan yaitu berupa Pertunjukan Musikal, secara offline maupun online, yang ditujukan bagi anak-anak yang senang berkarya di depan atau pun di belakang layar. 

Gimana, seru-seru kan teman-teman peserta GULALI Lab ini? Kami tidak sabar membersamai mereka dalam proses mereka mematangkan karya-karyanya untuk dapat disaksikan di GULALI Festival nanti. Kira-kira bagaimana prosesnya ya? Diskusi-diskusi apa saja yang terjadi dalam kelas intensif dan pertemuan mingguan? 

Tunggu ya, nanti akan kami ceritakan keseruan-keseruan yang terjadi di dalam kelas, agar kita semua bisa mengikuti perjalanan di GULALI Lab menuju GULALI Festival. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *